3 kutukan negri Iran

3 Kutukan mengunjungi Iran

Iran trip

In the bigining of mei
Someone texted me thru wa
"Hi there is promo tiket from Taiwan from kl only 300 idk "
"Lemme try, I'll ask my friend to join with me "
After that i tried to call my friends and two of them are interested to join with me but unfortunately when I try to booked ticket the price is blowing up out of my expectation.
Thinking harder where I have to go with a cheaper price and interest place to visit, suddenly I choosed Iran and two friends of mine were agree with me. Iran Im coming !!!
Setelah mempunyai tujuan yg jelas ke Iran akhirnya saya googling semua hal tentang Iran dari mulai tiket, hotel, tujuan wisata dan visa.
Untuk visa saya memilih aply visa di kedubes Iran di Jakarta dengan persaratan yg cukup mudah seperti paspor, foto ukuram 3x4, 3 buah, mengisi folmulir visa, surat reference dari mentri luar negri di Iran yang bisa di dapatkan dari hotel atau agent di Iran dan saya sendiri mendapatkannya dari Persian hostel. Dan membayar 25 $ untuk visa dan 10€ untuk surat refetensi. Baru 3 jam memasukan aplikasi saya sudah di telp pa Ahnad dari kedubes bahwa visa saya bisa di ambil 3 hari kemudian. Beberapa orang mengernyitkan dahinya ketika saya bilang akan pergi ke Iran, mengapa Iran?? Disana ada ISIS disana ada teroris??, Iran negara tidak Aman.
Saya dari Bandung, teman petempuan dari Jakarta dan teman pria dari Bali dan kami semua mendapatkan * kutukan trip ke Iran *
KUTUKAN PERTAMA
teman perempuan saya membeli hp terbaru sebelum pergi kesana baru 2 hari hp nya hilang entah kemana dan akhirnya dia membawa hp jelek ketika trip.
Kita semua akhirnya berkumpul di Kuala Lumpur dengan jarak hanya 3 jam transit dan akhirnya kita bisa satu pesawat selama hampir 8 jam dari Kuala Lumpur ke Teheran menggunakan pesawat Air Asia. Di dalam pesawat mayoritas penumpang berhidung mancung, cantik cantik dan ganteng ganteng. Dan ketika saya perhatikan mereka berisik juga tidak mau diam selama di pesawat hehe
Sekitar pukul 11.30 malam.pesawat kami tiba di bandara Imam Khoeminami Internasional Airport dengan mulus dan di karenakan paspir kami sudah tertempel stiker visa Iran kami dengan mudah melewati imigrasi dan ketika kami ingin membawa bagasi kami kutukan ke dua datang
KUTUKAN KEDUA
Saya mendapatkan bagasi saya dengan mudah tetiba teman dari bali masih berdiri di tempat pengambilan bagasi. Setelah menunggu hampir 1 jam dia mengeluh pada saya koper nya yg berisi semua pakaian dan peralatan tidak ada akhirnya kami  komplain ke bagian found and lost baggage, complainan kami di terima dengan baik dan pihak bandara berjanji akan menghubungi kami ketika koper di temukan alhasil teman saya hanya membawa 1 backpack kecil yang isinya hanya 1 baju ganti.


Sesampai bandara teman saya dari Tehran berteriak memanggil nama saya dan akhirnya dia mengantarkan kami ke hotel sekitar pukul 2 subuh haha lumayan ngirit ongkos taksi. Setelah tidur beberapa jam kami memutuskan untuk pergi menuju Golestan Palace dan Teheran Bazar yang kami tempuh dengan berjalan kaki dari hostel berkisar 15 menitan di sepanjang jalan kami menemukan banyak hal menarik seperti bangunan2, orang2, dan gunung yg menjulang tinggi dengan toping putih seperti susu, luar biasa.
Destinasi pertama Golestan Palace
Golestan Palace merupakan sebuah komplek bangunan yang besar dan megah dengan arsitektur khan Iran dan dinding dinding bangunan di kelilingi oleh keramik keramik khas iran yang berwarna warni selain itu di dalam gedung kita bisa melihat beberapa musem seperti museum kristal dimana kita bisa melihat berbagai koleksi kristal dan sebagian besar dindingnya di lapisi kristal dan ada beberapa lagi dan pada saat itu kami hanya berkeliling di halaman dan taman yang terletak di sentral komplek yang besar di komplek Golestan Palace untuk berfoto, untuk masuk ke sini kita harua membeli tiket masuk di loket sebesar 150 toman.


* foto di dinding Golestan Palace yang bermandika keramik bermotif Iran

Setelah cukup puas kami berjalan kelar dan hanya beberapa langkah kami menemukan old bazar Teheran dan kami menemukan banyak sekali barang barang antik dan banyak sekali warga lokal berbelanja disini, di lapang di area bazar kita bisa menemukan beberapa laki laki yang berjualan uang riyal atau toman dengan euro atau dollar, 1 euro = 42 toman. menurut pengamatan saya harga barang disini sangat murah dengan kualitas yg sangat bagus, dan akhirnya kami pun berbelanja oleh oleh sekaligus baju untuk teman saya yang kopernya hilang setelah puas berbelanja kami check out hotel dan menitipkan koper kami di hotel untuk selanjutnya kami memesan taksi menuju Azadi tower. Oh iya ketika di Golestan Palace kami bertemu dengan 3 wanita Iran yang mengatakan Azadi tower tidak bagus tidak ada apa apa, ternyata benar disana tidak ada apa apa hanya ada azadi tower tidak terlalu bagus untuk di explore. Karena masih banyak waktu kami memesan taksi menuju Sa'dabad complex meuju kesana kami harus membayar taksi klw di rupiah kan 200 ribu rupiah dan saya sempat berpikir mahal sekali dan ternyata itu sangat jauh sekali kalau di hitung sangat murah klw di indonesia mungkin bisa kena 500 ribu rupiah. Memasuki Sa'Dabad complek kita harus membayar tiket berkisar 150 toman dan harus membayar lagi untuk beberapa bangunan dengan harga yg berbeda beda. Menuju satu lokasi kita harus berjalan kaki dan sepanjang jalan berjajar pohon pohonseperti hutan kota yang jaraknya cukup jauh sebelum akhirnya kita menemukan complek omolek tersebut, konon katanya tempat itu digunakan raja ketika summer.
Pada sore hari kami bergegas menuju terminal bus utara untuk mengambil keberangkatan pukul 8 menuju kota selanjutnya yadz, pada pukul 8 malam matahari masih sangat terang menyilaukan mata padahal kalau di indonesia ini sudah gelap gulita.
Perjalanan dari kota Teheran menuju kota Yadz memakan waktu sekitar 8 jam menggunakan bus, kami sampai di kota tersebut sekitar pukul 5 subuh dan driver kami sudah menjemput kami di terminal bus dan membawa ransel saya dan barang barang sehingga saya dapat melenggang kakung menuju mobil dan kamipun di antar ke hotel kami Friendly Hotel. Sesampainya di hotel kami beristirahat sebentar dan ternyata kami di perbolehlan sarapan padahal seharusnya sarapan untuk kami di mulai besok hari.
Hari kedua kami sangat bersemangat dan request utama sama.kepada sang driver hanya 1 saya ingin melihat gurun.

* saya berfoto di depan Kharanak the lost vilage
* in the roof top of Kharanak

Destinasi pertama kami di bawa menuju Kharanak old village  disana kami di bawa untuk berjalan kaki mengelilingi pemukiman tus tersebut dan memasuki dalam rumah rumah disana, Kharanak  ini memiliki pemandangan yang sangat indah ada bagian besar yg utuh dan ada bagian yang bekas serpihan dengan warna bangunan berwarna coklat pasir kami berjalan berkisar 1 jam an mengamati seluk seluk dalam rumah yang kalau menurut saya seperti kota tua yang terlupakan, diasana kita bisa melihat rumah iran jaman dahulu beaerta isinya yangterbuat dari lumpur.perjalanan berlanjut ke Chak Chak dimana perjalanan menuju kesana kita di suguhi hamparan gunung yang menjulang yang membuat mata tak mau berkedip sedikit pun tapi berhubung saya capek saya pun tertidur di mobil hahahaha...

*saya mengambil foto dengan foto bergila gilaan bersama guide kami di atas bukit Chak Chak
* pemandangan dari atas Chak Chak

Chak chak merupakan tempat ibadah dan meditasi orang hindu dan islam persian campuran untuk berubadah  di atas bukit yang mana untuk menuju kesana kita harus manapaki puluhan bahkan ratusan anak tangga untuk mencapai ke atas, pemandangan di sekeliling sungguh menakjubkan dan memanjakan mata walaupun lelah menapaki anak tangga tapi semua itu terbayarkan. Tempat ini di namai chak chak karena disini terdapat mata air yg menetes dari atas goa yang berbunyi Chak Chak.

* Narin Castle at Maybodh

Selesai mengunjungi chak chak kami pergi menuju sebuah kastil yang besar dan megah yang terbuat dari pasir dengan hamparan rumah dengan bahan pasir di sekeliling yang bernama Narin Castle di Meybodh. Castilenya sangat bagus dan unik cuaca pada saat itu cukup panas tapi hembusan angin sangat dingin jadi kami tidak merasa kepanasan. Castile nya berdiri gagah dan kokoh dan memiliki halaman yang sangat luas sekali, sekeliling castile di kelilingi oleh rumah yang terbuat dari pasir yang membuat decak kagus semua orang yang melihat, sempurna !!!
Pukul 3 sore hari kami memilih untuk pulang untuk tidur di hotel sesuai anjuran driver kami dan pada sore hari jam 6 sore kami di jemput untuk menuju tempat incaran saya yes, Oasis dessert at Yadz.


*gamabar atas rumah gurun, gamabr bawah Oase dessert Yadz
Oasis yadz merupakan gurun yang sangat besar dan luas dan di kelilingi pegunungan yang menjulang tinggi ke atas langit. Kami memasuki satu kawasan gurun yang dimana saya menemukan rumah gurun berbentuk bulat yg cukup sempit yang dapat di tinggali satu orang saja terbuat dari pasir, bangunan tersebut sangat unik dan aneh membuat saya seperti berarda di film fiksi di planet antar berantah. Kami di ajak berjalan cukup jauh menyusuri setiap lekuk gurun pasir menuju sebuah spot oase di sekitar gurun di saat matarahi akan tenggelam, saya tertegun dan merasakan sebuah magis yang sangat besar saat itu ketika semburat cahaya emas kemerahan nenyembur di antara bukit bukit gurun yang berderet dengan anggunnya. betapa indahnya ciptaan mu tuhan. Semuanya indah ta bisa di ungkapankan oleh kata kata.

*saya berpose di Oase dessert Yadz
Kutukan ke 3
Setelah kami memutuskan makan malam di roof top restauran yang memiliki pemandangan yg cantik di sekeliling dengan bangunan bangunan tua di Yadz saya kehilangan HP saya yg berisi foto foto selama di Teheran dan Yadz. Yang sangat saya apresiasi adalah ketika driver saya menelp polisi dan pemilik restauran beserta semua stafnya sibuk mengurus mencari hp saya dan meminta maaf akan hal itu kepada saya padahal itu semua murni kesalahan saya. Saya bertanya kepada pemilik restauran mengapa kamu sampai menelp polisi dan mengurus saya seperti itu?? Dia berkata " saya tidak ingin turis yang datang ke Iran meninggalkan memori yang buruk sehingga tidak ingin kembali lagi ke Iran " luluh hati saya mendengar pengakuan yang tulus dari mereka yang tulus tanpa pamrih sehingga saya merelakan kehilangan hp saya.
Hari ke 3
Pada hari ini saya merencanakan untuk pergi mengunjungi Khasan dan Abyaneh berhubung saya di introgasi dari pihak kepolisian dan mood saya tiba tiba hilang akhirnya kami memutuskan untuk extend satu malam lagi di Yadz dan menyerahkan semua destinasi kepada driver, sang driver sempat kebingungan dan saya bilang terserah mau di bawa kemanapun kami tidak akan komplain.


* di satu suduk museum yang sejujurnya saya tidak terlalu tertarik di dalamnya

Pada destinasi pertama sang driver membawa kami menuju semacam museum yang kami tidak tertarik ada di dalamnya karena menurut saya itu hanya bangunan dengan foto foto. Setelah itu kami di bawa ke sebuah bangunan yang saya lupa namanya dimana disana di veritakan sejarah tentang orang Parsi India yang lumayan tidak membuat bosan seperti di museum yang pertama.
Lalu saya punya ide bagaimana kalau kami pergi ke bazar di Yadz, karena kami khususnya saya pribadi suka sekali mengamati kehidupan lokal di pasar dan tentu saja belanja hahaha....bangunan bazar di Yadz masih kuno tidak sebesar dan megah di Teheran tapi kami cukup puas melihat lihat kehidupan lokal disana dan tentu tidak lupa berbelanja.setelan berbelanja saya meminta untuk berkunjung ke rumah driver dan rumahnya sangat unik terluhat seperti reruntuhan rumah kalau dari luar dan ternyata ada rumah normal di dalam.mungkin rumah itu kamuflase jikalau sedang perang dari musuh.
Kembali setelah selesai mengunjungi keluarga driver kami kembali minta kembali ke hotel untuk tidur siang sebelum sore hari kami akan di jemput lagi untuk mengunjungi Dhakmeh the silent Thomb, Dakmeh merupakan komolek perkuburan dimana ketika mayat seseorang di asingkan ke atas bukit dan di biarkan di makan oleh burung di atas sana. Untuk menuju kesana kita di haruskan untuk hiking lumayan capek dan di wajibkan menggunakan sendal atau sepatu hiking.

*Im sleeping at the Dakmeh hill

* the wind blowing up my face

Sar Yadz castle di Mehriz.
Ketika kami mengunjungi Sar Yadz pintu castle di kunci dan sangat sepi sang driver menyuruh kami menunggu karena beliau menelp sang penunggu kunci, tapi kami tidak keberatan hanya berkeliling di luar castle yg tidak terlalu besar tapi indah dan saya perhatikan walaupun semua bangunan di Iran memiliki bahan dasar yang sama dari pasir tapi memiliki karakter dan aura yang berbeda sehingga kami tidak bosan untuk melihatnya. Di pinggir castle terdapat pertanian dan sistem irigasi yang bagus, mungkin castle ini dulu kerajaan kecil yang sistem pertaniaannya sangat bagus. Sepanjang jalan pulang sang kami menemukan banyak pohon mulberry dan whiteberry sang driver melipir ke pinggir dan memetik untuk kami, tidak mau kalah saya ikut memetik langsung dan ini pertama kali seumur hidup saya.


* Sar Yadz Castile

Hari ke empat
Setelah beres sarapan kami di antar driver menuju terminal bus di Yadz, sebetulnya tiket kami itu untuk pukul 8.00 am berhubung kami hanya ber 5 maka sang bus tidak mau mengangkut kami dan tiket di batalkan dan akhirnya kami membeli ulang untuk keberangkayan pukul 11 siang. Cukup membuat kesal dan ternyata itu biasa terjadi di Iran duh !!!
Perjalanan Yadz ke teheran memakan waktu 8 jam dan kami pun memesan taksi di dalam terminal dan ternyata itu bukan taksi asli merupakan sejenis ubernya Iran kami sudah sepakat membayar sekitar 150 ribu rupiah menuju Persian hostel eh malah si supir membawa kami ke Persia hotel dan nampaknya supir tidak tahu jalan pula, setelah terombang ambing dan drama karena kami naik taksi tetapi harus berjalan kaki membawa tas dan backpack untuk menuju hostel dan berakhir dipalak minta tambahan sekitar 50 ribu rupiah oleh si supir palsu, nasib. Noted, lebih baik pakai taksi asli lebih jujur dan terpercaya. Tengah malam buta kami check in hotel dengan perut keroncongan kami mencari restaurant yg buka dan ternyata semua tertutup yang tersisa hanya coffe shop dan kami memilih almond cake dan strawberry just yg ketika kakulasi harganya sangat mahal dan makanan ini menjadi makanan termahal dalam trip kami.


Hari ke lima
Ini hari pertama puasa dan di karenakan kami musafir kami tidak berpuasa kami mencoba menggunakan taksi menuju west terminal bus dan menaiki bus menuju kota Tabriz. Di sepanjang perjalanan kami di suguhi oleh pemandangan gunung berwarna coklat dan sebagian memiliki toping be4warna putih yang berjajar dengan tegak dan perkasanya membuat perjalanan yg hampir menghabiskan waktu selama 8-10 jam ini tidak terasa. Disana juga saya melihat gunukan pergunungan salju abadi yang saya yakini itu merupakan negara Armenia atau Georgia luar biasa memanjakan mata.beberapa kali bus berhenti untuk istirahat makan. Sesampainya di kota Tabriz kami segera menghampiri loket bus menuju kota Van Turkey ternyata tiket habis dan kami sempat kecewa karena jadwal bus ada pada keesokan hari. Tak habis ide akhirnya saya memilih taksi untuk mengantarkan kami ke perbatasan negara Iran dan Turkey dengan biaya 1.500.000.- Riyal. Sopir kali ini anak muda yang sudah beristri ketika memasuki mobil dia membawa sekantong keresek kuaci, lalu saya meminta kuavi tersebut dan tak di sangak semua kuavi di berikan pada saya gratis, baiknya sehingga sepanjang jalan saya memakan kuaci sampai habis hahahaha.... di tengah jalan supir memberikan kami teh delima yang sangat khas di Iran dan beberapa makanan disana saya semakin jatuh cinta dengan orang Iran yang tulus dan baik. Dan setelah kami perhatikan biaya 1,5 juta toman atau sekitar 500 ribu rupiah itu berjarak seperti dari Bandung ke Ujung Kulon Banten sangat jauh sekali !!! Dan kamipun sampai di perbatasan Iran dan Turkey dan akhirnya meningalkan Iran untuk sementara.

* along the road from Teheran to Tabriz

Hari ke enam
Kami berada di Turkey dan akan di ceritakan di postingan Turkey

Hari ke tujuh
Sesampainya Bandara Imam Khoemani kami menitipkan tas kami di penitipan barang dan menggunakan taksi menuju bazar yang di hari pertana kami lalui dan taxi membawa kami ke sebual mall elektronik setelah di susur ternyata banyak sekali bazar di Teheran, ya tuhan !!!
Seharian kami habiskan waktu untuk berbelanja disana dan tertidur di kursi taman karena terkantuk kantuk haha...
Malam tiba kami menaiki taksi kembali sebelum akhirnya kami harus meninggalkan Iran.

Hari ke delapan
Penerbangan kami transit di Kuala lumpur dan harus mengantri kembali imigrasi karena membeli 2 tiket yang berbeda saya sudah terburu-buru dan sangat cemas melihat antrian sangat panjang sampai saya meminta tolong petugas untuk memberikan short cut karena penerbangan saya tinggal 1 jam lagi dan ketika petugas menanyakan tiket saya ternyata penerbangan saya besok pagi alias saya salah booking, rasanya antara malu bercampur senang dan akhirnya dengan sangat senang hati malam itu saya lewati dengan mengemper di KLIA hahaha.
Unforgetable things :
1. Pria iran banyak yang di perbanidungnya karena melakukan operasi plastik agar hidungnya tidak terlalu mancung
2. Porsi makanan di Iran sama dengan porsi makan 2 orang di Indonesia
3. Disana ada beer tanpa alkohol yang tersebar di Iran, so kita bisa mabuk tanpa rasa takut dosa untuk kaum muslim
4. Disana ada es krim jeruk nipis kelapa parut yang sangat enak
* es krim jeruk nipis dan kelapa parut

5. Jus orange disana sangay enak dan segar entah kenapa saya sangat kerajingan membeli dan menyukainya
6. Orang Iran sangat ramah dan baik dan tidak usil seperti negara lainnya
7. Lebih baik membawa euro di banding dollar

Well saya kehilangan handphone saya yang sudah mengambil puluhan gambar yang indah selama perjalanan tapi gambar terindah sudah saya ambil melalui mata di simpan dalam otak dan memory otak saya dan membekas dalam jiwa saya.
Iran so beautiful to forget it
Iran so beautiful to scare it
How ever the world try to beat it down I'll never scare to go there
Iran I let my soul with u !!!

Traveling is not about destination mostly is about the journey.

Salah Hejo Cokor

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Singapore, Cina, Hongkong, Vietnam Trip

I LEFT MY HEART AT GREAT WALL