I LEFT MY HEART AT GREAT WALL
"I LEFT MY HEART AT GREAT WALL "
* GreatWall
After Beijing menyambung postingan saya ke Beijing berbekal dari bantuan teman di Beijing yang membantu saya me reservasi tiket kereta dan house family disana seharga 10 $ yang sudah termasuk meal sarapan dan makan malam dengan makanan lokal dan porsi jumbo.
Akhinya subuh dini hari yang berangkat dari stasiun east rairways menuju Beihou yg berjarak kurang lebih 6 sampai 7 jam menggunakan kereta yang kecepatannya sangat lambat. Kereta yang saya naiki itu kereta ekonomi biasa yg penumpangnya semuanya orang cina lokal kecuali saya, di dalam kereta terdapat tukang asongan yg berjualan dari makanan berat, minuman sampai buah buahan. Karena kondisi lapar dan agak ragu makan makanan berat disana akhirnya saya hanya membeli buah apel seharga 10 yuan. Di dalam kereta saya merasa ketakutan dan kebingungan karena disana tidak ada satu orangpun yg mengerti bahasa inggris dan saya takut salah berhenti stasiun kebablasan dan untuk mengakalinya akhirnya saya menggunakan maps di ipad saya untuk mengetahui dimana saya harus turun hehe
* Saya dan Greatwall
Didalam kereta disediakan makanan yang bisa kita beli, perut saya begitu lapar akhirnya saya memilih membeli buah apel untuk di makan karena saya takut makanan dalam kereta tidah halal. Harga tiket kereta Beijing - Beihou sebesar 150 RMB cukup murah.
* Look up into the windoe
Saya menaiki kereta dari beijing menuju beihou dari pukul 6 pagi dan sampai kesana pukul 2 siang.Terminal keretanya sangat kecil dan sepi ketika turun saya sempat kebingungan harus jalan kemana untung datang pak tua pemilik house fam menghampiri dan dengan bahasa isyarat menuntun saya ke rumahnya dan ketika saya bicara bahasa inggris beliau tidak bisa akhirnya selama tinggal di rumahnya kami menggunakan bahasa isyarat hihi
* The City view from the hill
Rumah house fam tersebut tepat di bawah great wall dan untuk menuju ke atas great wall saya harus jalan kaki sekitar 1 km menaiki bukit dan gunung dengan pemandangan yang luar biasa, disana saya tidak menemui orang satupun hanya ada saya, gunung dan tembok besar Cina. Sejauh mata memandang saya melihat keindahan ciptaan tuhan melambungkan angan dan impian begitu sunyi dan mistis untuk saya, apalagi ketika melihat matahari terbenam seorang diri di atas great wall, tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
Beihou adalah suatu perkampungan yang terletak jauh di Cina utara yang lokasinya tepat berada di pinggir tembok besar china.
* Sitting on the Greatwall
Di Beihou bangunan rumah sangat tradisional cenderung kuno sehingga ketika kita berkunjung kesana seolah olah kita di bawa ke dalam area seting film kungfu yoko atau siluman ular putih di tambah dengan keindahan gunung gunung dan bukit bukit yang meliuk dan di kelilingi oleh tembok besar china, luar biasa.
Selain mendaki greatwall kita juga bisa jalan kaki mengelilingi desa yang unik ini dan sekali lg saya tidak melihat orang hanya rumah dan anjing, yah anjing saya sampai takut sendiri karena saya takut anjing.
Pulang ke housefam saya di sediakan air panas di dalam baskom untuk mandi kucing, apa mandi kucing?? Ya mandi hanya untuk cuci muka dan membasuh tangan lalu di beri handuk. Apa mau dikata daripada saya ga mandi sama sekali. Malam hari saya si bapak dan istrinya duduk di meja makan untuk makan bersama, si ibu memasakan saya bakpao, mie cina, dan dagung ayam (saya sudah request sebelumnya tidak makan babi karena saya muslim) dengan porsi untuk 3 orang dan harus di habiskan oleh saya sendiri, ampuuun ga kuat perut saya. oh iya ketinggalan plus arak cina ���
* Pohon gandum yang mengering
Malam hari disana sangat dingin sekali di tambah dengan kasur dan bantal seperti batu membuat saya kebelet(maaf) buang hajat dan si bapak bilang saya kalau harus ke toilet umum di luar rumahnya, karena takut saya akhirnya melakukan hajat di rumah beliau. Wc nya sih bersih tapi pas saya tekan flush oow, air tidak kekuar dan ga ada air sama sekali untung saya bawa tisu basah, walaupun jorok maaf akhirnya saya mengambil jurus langkah seribu. Darisana saya baru sadar pantesan saya di suruh mandi kucing ternyata ga ada air.
Hari kedua saya melakukan hal yg sama dengan hari pertama sebenernya masih ingin tinggal 2 malam lg tp apa daya waktu ga ada dan toilet jd momok yg mengerikan buat saya.
* Pemandangan dari atas Greatwall
Fakta beihou :
1. No tourist, ga ada turis satupun yg saya lihat.
2. Toilet umum satu lubang dengan bentuk L tanpa sekat (bisa sambil gapleh sambil hajat masal hiiiiiii)
3. Sunyi, sepi, dan dingin tapi banyak anjing.
4. Ga lihat warung, motor, mobil, sepeda apalagi indomaret
5. Kasurnya kaya batu
6. Ga ada air jd tahan tahan klw kebelet.
* Direction to Beihou
* GreatWall
After Beijing menyambung postingan saya ke Beijing berbekal dari bantuan teman di Beijing yang membantu saya me reservasi tiket kereta dan house family disana seharga 10 $ yang sudah termasuk meal sarapan dan makan malam dengan makanan lokal dan porsi jumbo.
Akhinya subuh dini hari yang berangkat dari stasiun east rairways menuju Beihou yg berjarak kurang lebih 6 sampai 7 jam menggunakan kereta yang kecepatannya sangat lambat. Kereta yang saya naiki itu kereta ekonomi biasa yg penumpangnya semuanya orang cina lokal kecuali saya, di dalam kereta terdapat tukang asongan yg berjualan dari makanan berat, minuman sampai buah buahan. Karena kondisi lapar dan agak ragu makan makanan berat disana akhirnya saya hanya membeli buah apel seharga 10 yuan. Di dalam kereta saya merasa ketakutan dan kebingungan karena disana tidak ada satu orangpun yg mengerti bahasa inggris dan saya takut salah berhenti stasiun kebablasan dan untuk mengakalinya akhirnya saya menggunakan maps di ipad saya untuk mengetahui dimana saya harus turun hehe
* Saya dan Greatwall
Didalam kereta disediakan makanan yang bisa kita beli, perut saya begitu lapar akhirnya saya memilih membeli buah apel untuk di makan karena saya takut makanan dalam kereta tidah halal. Harga tiket kereta Beijing - Beihou sebesar 150 RMB cukup murah.
* Look up into the windoe
Saya menaiki kereta dari beijing menuju beihou dari pukul 6 pagi dan sampai kesana pukul 2 siang.Terminal keretanya sangat kecil dan sepi ketika turun saya sempat kebingungan harus jalan kemana untung datang pak tua pemilik house fam menghampiri dan dengan bahasa isyarat menuntun saya ke rumahnya dan ketika saya bicara bahasa inggris beliau tidak bisa akhirnya selama tinggal di rumahnya kami menggunakan bahasa isyarat hihi
* The City view from the hill
Rumah house fam tersebut tepat di bawah great wall dan untuk menuju ke atas great wall saya harus jalan kaki sekitar 1 km menaiki bukit dan gunung dengan pemandangan yang luar biasa, disana saya tidak menemui orang satupun hanya ada saya, gunung dan tembok besar Cina. Sejauh mata memandang saya melihat keindahan ciptaan tuhan melambungkan angan dan impian begitu sunyi dan mistis untuk saya, apalagi ketika melihat matahari terbenam seorang diri di atas great wall, tidak bisa di ungkapkan dengan kata kata.
Beihou adalah suatu perkampungan yang terletak jauh di Cina utara yang lokasinya tepat berada di pinggir tembok besar china.
* Sitting on the Greatwall
Di Beihou bangunan rumah sangat tradisional cenderung kuno sehingga ketika kita berkunjung kesana seolah olah kita di bawa ke dalam area seting film kungfu yoko atau siluman ular putih di tambah dengan keindahan gunung gunung dan bukit bukit yang meliuk dan di kelilingi oleh tembok besar china, luar biasa.
Selain mendaki greatwall kita juga bisa jalan kaki mengelilingi desa yang unik ini dan sekali lg saya tidak melihat orang hanya rumah dan anjing, yah anjing saya sampai takut sendiri karena saya takut anjing.
Pulang ke housefam saya di sediakan air panas di dalam baskom untuk mandi kucing, apa mandi kucing?? Ya mandi hanya untuk cuci muka dan membasuh tangan lalu di beri handuk. Apa mau dikata daripada saya ga mandi sama sekali. Malam hari saya si bapak dan istrinya duduk di meja makan untuk makan bersama, si ibu memasakan saya bakpao, mie cina, dan dagung ayam (saya sudah request sebelumnya tidak makan babi karena saya muslim) dengan porsi untuk 3 orang dan harus di habiskan oleh saya sendiri, ampuuun ga kuat perut saya. oh iya ketinggalan plus arak cina ���
* Pohon gandum yang mengering
Malam hari disana sangat dingin sekali di tambah dengan kasur dan bantal seperti batu membuat saya kebelet(maaf) buang hajat dan si bapak bilang saya kalau harus ke toilet umum di luar rumahnya, karena takut saya akhirnya melakukan hajat di rumah beliau. Wc nya sih bersih tapi pas saya tekan flush oow, air tidak kekuar dan ga ada air sama sekali untung saya bawa tisu basah, walaupun jorok maaf akhirnya saya mengambil jurus langkah seribu. Darisana saya baru sadar pantesan saya di suruh mandi kucing ternyata ga ada air.
Hari kedua saya melakukan hal yg sama dengan hari pertama sebenernya masih ingin tinggal 2 malam lg tp apa daya waktu ga ada dan toilet jd momok yg mengerikan buat saya.
* Pemandangan dari atas Greatwall
Fakta beihou :
1. No tourist, ga ada turis satupun yg saya lihat.
2. Toilet umum satu lubang dengan bentuk L tanpa sekat (bisa sambil gapleh sambil hajat masal hiiiiiii)
3. Sunyi, sepi, dan dingin tapi banyak anjing.
4. Ga lihat warung, motor, mobil, sepeda apalagi indomaret
5. Kasurnya kaya batu
6. Ga ada air jd tahan tahan klw kebelet.
* Direction to Beihou








Komentar