22 Jam di Turkey
Turkey
22 jam di Turkey
Setelah di ceritakan di postingan Iran kami over land dari kota Tabriz menuju kota Van di Turkey
Ketika di perbatasan tepatnya di Imigrasi Turkey ada insiden terjadi teman wanita yang ikut dalam trip tertahan di Imigrasi walauoun sudah memegang E visa Turkey yang sebelumnya sudah kami buat dengan biaya sebesar 25 $ di Indonesia.
Saya dan satu teman di biarkan fengan bebas melewati imigrasi sedangkan teman wanita saya tertahan dan saya melihat petugas imigrasi membolak balik paspornya dan terlihat memanggil temannya dan menelepon seseorang di ujung sana.
Kami berdua sangat panik ada apa gerangan dengan teman saya tersebut ?? Tiba tiba kepolisian imigrasi meminta kami untuk mengikuti mereka ke ruangan khusus yang isinya polisi berkisar 4 orang. Alamak cobaan apalagi ini??
Polisi tersebut menanyakan kami tujuan dan semua hal yg ingin kami lakukan di Turkey, walaupun kami sudah menjawab dengan jujur tetap saja mereka menahan kami, sampai akhirnya saya teringat bahwa saya menyimpan tiket keluar Turkey di HP saya dan celakanya HP saya mati pada saat itu. Akhirnya saya meminta ijin untu mengisi batre sambil mereka mengajak berbincang dengan kedua rekan saya. Hp menyala dan segera saya memperlihatkan bukti tiket keluar Turkey dan akhirnya kami di bebaskan. Turkey yeay we are coming !!!
* Masjid di kota Van
Keluar bandara begitu sepi mungkin karena ini jam 3 subuh, tunggu sebentar ternyata ini jam 12 malam waktu Turkey yg memiliki peredaan waktu dengan Iran 2 jam lebih lambat. Kami bingung harus naik apa menuju kota van sampai akhirnya kami bertanya pada penjaga di gerbang imigrasi dan penjaga tersebut menolong kami berbincang dengan supir taksi dan dengan terpaksa kami harus membayar 50 $ menuju bandara Van yang lebih murah 30 $ dari permintaan supir setelah kami bernegosiasi. Pukul 3 subuh kami sampai di Bandara kota Van yang ternyata masih tutup dan kami tidak boleh masuk sempat bingung akhirnya kami mencari hotel dan setelah berkeliling kami mendapatkan hotel sebesar 60 $ ( kurang lebih ) untuk istirahat sejenak karena kami tidak punya pilihan lain.
* Bandara kota Van
Pukul 7 kami sudah sampai bandara dan pukul 9 an kami terbang menuju Turkey tidak lupa kami berfoto ria dengan petugas maskapai Pegasus yang cantiknya mengademkan hati hahaha....
Istanbul, kami mendarat di Istanbul dengan mulus pukul 12 siang pada saat itu hari ke dua puasa dan saya memutuskan tidak puasa dengan alasan kesehatan sebagai musafir.
* Selat Bosporus yang memisahkan bebua Asia dan Eropa
Kami mencari makan di burger king bandara sebelum akhirnya pergi ke Sultan Ahmed menggunakan bus menuju Taksim. Sesampainya di taksim karena kelelahan kami menaiki Taksi menuju Sultan Ahmed dan cukup kaget ketika harus membayar 120 TYR wowww mahal sekali.
Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Blue Mosque, sepanjang perjalanan kesana kami melihat toko toko souvenir berjejer dan kamipun tergoda untuk membeli magnet dan scraf yg harganya lumayan murah. Oh iya sebelumnya kami menitipkan barang barang kami di Persian hostel di Iran jd tas kami kosong melompong.
* Blue Mosque di luar dan di dalam perkarangan
Puas berbelanja kami segera menuju Blue Mosque yang merupakan Masjid dengan arsitek Turkey yang istimewa dan terkenal di seantero dunia. Di halaman masjid kami berfoto foto ria setelah itu kurang afdol
* Di salah satu sudut Blue Mosque
rasanya bila tidak sholat disana akhirnya saya dan teman wanita masuk untuk sholat dan melihat arsitektur dalam sedangkan teman satu lagi menunggu di luar karena tidak mau masuk mungkin atas keyakinan pribadinya sebagai penganut agama Hindu.
* Di dalam masjid
Destinasi selanjutnya Hagia Sopia. Hagia Sophia merupakan bangunan bersejarah dimana pada sejarahnya dulu merupakan gereja pada jaman Yunani dan setelah di kuasai oleh Turkey di ubah menjadi Masjid dan sampai akhirnya saat ini di jadikan museum dimana didalam nya kita bisa melihat simbol agama Kristen dan Islam bersatu beriringan. kami hanya menikmati keindahan arsitektur dari luar di karenakan ke capean dan merasa di luar sudah cukup.
* Hagia Sophia
Kami berjalan kaki menelusuri daerah tersebut dan bergerak menuju selat Bosporus, selat yang memisagkan benua Eropa dengan benua Asia. Di selat Bosporus banyak orang Turky memancing walaupun udara cukup panas tapi mungkin itu sudah menjadi hoby penduduk lokal, tidak lama kemudian kami kembali berjalan menuju Tokapi palace.
* Toko souverin di daerah Sultan Ahmed
* Handycraft man sedang membuat karpet di depan tokonya
* Penduduk lokal sedang memancing di selat Bosporus
Sebelum Tokapi Palace ada sebuah toko souvenir yang menggoda kami untuk berbelanja dan akhirnya godaan itu tidak bisa di lawan dan kami pun berbelanja lagi haha... ( seadventure nya saya, saya ini termasuk shopaholic ). Memasuki Tokapi palace kita akan menemukan tentara kerajaan Turkey berdiri tegak menyambut kita, masuk ke dalam kita bisa berkeliling di halaman Tokapi Palace yang luas dan tumbuh bunga mawar yang merah merona seperti bibir perempuan yang menggunakan gincu yang membuat para pria terpikat melihatnya.
* Bunga di Perkarangan Tokapi Palace
* Selat Bosporus dari Tokapi Palace
* Di dalam Halaman Tokapi Palace
Lagi lagi kami skip memasuki ruang dalam Tokapi dan kami memilih untuk pergi ke Grand Bazar, salah satu Bazar tertua di dunia. Tidak lain dan tidak salah kami kegirangan untuk berbelanja. Berbelanja disini harus pintar memilih toko dan menawar jika ingin.mendapatkan harga yang murah karena semua toko bisa punya barang yang sama dengan harga yang berbeda.
* Grand Bazar
Time is over, kami harus segera kembali akhirnya kami menghunakan tramp dan metro menuju bandara Atartuk sesuai arahan petugas metro. Singkat cerita kami sampai di bandsra tepat waktu pukul 8.00 pm sebelum depature time pukul 10.00 pm. Setelah saya tanya bagian informasi ternyata kami salah bandara harusnya kami ada di bandara Sabiha Gocken yang berada di beda benua dan drama pun di mulai. Keringat dingin bercucuran saya tidak mau ketinggalan pesawat sedangkan jarak antara bandara Atartuk dan bandara Sabiha Gocken bisa di tempuh selama 2 jam menggunakan metro, mati aku !!! Tanpa pikir panhang saya cegat taksi di bandara dan sang supir taksi meng charge 250 TYR a.k.a 1 juta rupiah, harga yang luar biasa. Tanpa pikir panjang kami iya kan dan kami meminta supir taksi mengebut. Waktu terus berlalu jantung saya berdetak makin kencang sang supir menarik gas 130 km/ jam bagaikan sedang bermain di film James Bond sang supir menyalip senua mobil tepat 15 menit akhirnya kami sampai ke bandara Sabiha dengan selamat, dan akhirnya saya bisa bernapas lega. Akhir cerita kami terbang dari Istanbul ke Teheran untuk melanjutkan trip kami.
22 jam di Turkey
Setelah di ceritakan di postingan Iran kami over land dari kota Tabriz menuju kota Van di Turkey
Ketika di perbatasan tepatnya di Imigrasi Turkey ada insiden terjadi teman wanita yang ikut dalam trip tertahan di Imigrasi walauoun sudah memegang E visa Turkey yang sebelumnya sudah kami buat dengan biaya sebesar 25 $ di Indonesia.
Saya dan satu teman di biarkan fengan bebas melewati imigrasi sedangkan teman wanita saya tertahan dan saya melihat petugas imigrasi membolak balik paspornya dan terlihat memanggil temannya dan menelepon seseorang di ujung sana.
Kami berdua sangat panik ada apa gerangan dengan teman saya tersebut ?? Tiba tiba kepolisian imigrasi meminta kami untuk mengikuti mereka ke ruangan khusus yang isinya polisi berkisar 4 orang. Alamak cobaan apalagi ini??
Polisi tersebut menanyakan kami tujuan dan semua hal yg ingin kami lakukan di Turkey, walaupun kami sudah menjawab dengan jujur tetap saja mereka menahan kami, sampai akhirnya saya teringat bahwa saya menyimpan tiket keluar Turkey di HP saya dan celakanya HP saya mati pada saat itu. Akhirnya saya meminta ijin untu mengisi batre sambil mereka mengajak berbincang dengan kedua rekan saya. Hp menyala dan segera saya memperlihatkan bukti tiket keluar Turkey dan akhirnya kami di bebaskan. Turkey yeay we are coming !!!
* Masjid di kota Van
Keluar bandara begitu sepi mungkin karena ini jam 3 subuh, tunggu sebentar ternyata ini jam 12 malam waktu Turkey yg memiliki peredaan waktu dengan Iran 2 jam lebih lambat. Kami bingung harus naik apa menuju kota van sampai akhirnya kami bertanya pada penjaga di gerbang imigrasi dan penjaga tersebut menolong kami berbincang dengan supir taksi dan dengan terpaksa kami harus membayar 50 $ menuju bandara Van yang lebih murah 30 $ dari permintaan supir setelah kami bernegosiasi. Pukul 3 subuh kami sampai di Bandara kota Van yang ternyata masih tutup dan kami tidak boleh masuk sempat bingung akhirnya kami mencari hotel dan setelah berkeliling kami mendapatkan hotel sebesar 60 $ ( kurang lebih ) untuk istirahat sejenak karena kami tidak punya pilihan lain.
* Bandara kota Van
Pukul 7 kami sudah sampai bandara dan pukul 9 an kami terbang menuju Turkey tidak lupa kami berfoto ria dengan petugas maskapai Pegasus yang cantiknya mengademkan hati hahaha....
Istanbul, kami mendarat di Istanbul dengan mulus pukul 12 siang pada saat itu hari ke dua puasa dan saya memutuskan tidak puasa dengan alasan kesehatan sebagai musafir.
* Selat Bosporus yang memisahkan bebua Asia dan Eropa
Kami mencari makan di burger king bandara sebelum akhirnya pergi ke Sultan Ahmed menggunakan bus menuju Taksim. Sesampainya di taksim karena kelelahan kami menaiki Taksi menuju Sultan Ahmed dan cukup kaget ketika harus membayar 120 TYR wowww mahal sekali.
Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Blue Mosque, sepanjang perjalanan kesana kami melihat toko toko souvenir berjejer dan kamipun tergoda untuk membeli magnet dan scraf yg harganya lumayan murah. Oh iya sebelumnya kami menitipkan barang barang kami di Persian hostel di Iran jd tas kami kosong melompong.
* Blue Mosque di luar dan di dalam perkarangan
Puas berbelanja kami segera menuju Blue Mosque yang merupakan Masjid dengan arsitek Turkey yang istimewa dan terkenal di seantero dunia. Di halaman masjid kami berfoto foto ria setelah itu kurang afdol
* Di salah satu sudut Blue Mosque
rasanya bila tidak sholat disana akhirnya saya dan teman wanita masuk untuk sholat dan melihat arsitektur dalam sedangkan teman satu lagi menunggu di luar karena tidak mau masuk mungkin atas keyakinan pribadinya sebagai penganut agama Hindu.
* Di dalam masjid
Destinasi selanjutnya Hagia Sopia. Hagia Sophia merupakan bangunan bersejarah dimana pada sejarahnya dulu merupakan gereja pada jaman Yunani dan setelah di kuasai oleh Turkey di ubah menjadi Masjid dan sampai akhirnya saat ini di jadikan museum dimana didalam nya kita bisa melihat simbol agama Kristen dan Islam bersatu beriringan. kami hanya menikmati keindahan arsitektur dari luar di karenakan ke capean dan merasa di luar sudah cukup.
* Hagia Sophia
Kami berjalan kaki menelusuri daerah tersebut dan bergerak menuju selat Bosporus, selat yang memisagkan benua Eropa dengan benua Asia. Di selat Bosporus banyak orang Turky memancing walaupun udara cukup panas tapi mungkin itu sudah menjadi hoby penduduk lokal, tidak lama kemudian kami kembali berjalan menuju Tokapi palace.
* Toko souverin di daerah Sultan Ahmed
* Handycraft man sedang membuat karpet di depan tokonya
* Penduduk lokal sedang memancing di selat Bosporus
Sebelum Tokapi Palace ada sebuah toko souvenir yang menggoda kami untuk berbelanja dan akhirnya godaan itu tidak bisa di lawan dan kami pun berbelanja lagi haha... ( seadventure nya saya, saya ini termasuk shopaholic ). Memasuki Tokapi palace kita akan menemukan tentara kerajaan Turkey berdiri tegak menyambut kita, masuk ke dalam kita bisa berkeliling di halaman Tokapi Palace yang luas dan tumbuh bunga mawar yang merah merona seperti bibir perempuan yang menggunakan gincu yang membuat para pria terpikat melihatnya.
* Bunga di Perkarangan Tokapi Palace
* Selat Bosporus dari Tokapi Palace
* Di dalam Halaman Tokapi Palace
Lagi lagi kami skip memasuki ruang dalam Tokapi dan kami memilih untuk pergi ke Grand Bazar, salah satu Bazar tertua di dunia. Tidak lain dan tidak salah kami kegirangan untuk berbelanja. Berbelanja disini harus pintar memilih toko dan menawar jika ingin.mendapatkan harga yang murah karena semua toko bisa punya barang yang sama dengan harga yang berbeda.
* Grand Bazar
Time is over, kami harus segera kembali akhirnya kami menghunakan tramp dan metro menuju bandara Atartuk sesuai arahan petugas metro. Singkat cerita kami sampai di bandsra tepat waktu pukul 8.00 pm sebelum depature time pukul 10.00 pm. Setelah saya tanya bagian informasi ternyata kami salah bandara harusnya kami ada di bandara Sabiha Gocken yang berada di beda benua dan drama pun di mulai. Keringat dingin bercucuran saya tidak mau ketinggalan pesawat sedangkan jarak antara bandara Atartuk dan bandara Sabiha Gocken bisa di tempuh selama 2 jam menggunakan metro, mati aku !!! Tanpa pikir panhang saya cegat taksi di bandara dan sang supir taksi meng charge 250 TYR a.k.a 1 juta rupiah, harga yang luar biasa. Tanpa pikir panjang kami iya kan dan kami meminta supir taksi mengebut. Waktu terus berlalu jantung saya berdetak makin kencang sang supir menarik gas 130 km/ jam bagaikan sedang bermain di film James Bond sang supir menyalip senua mobil tepat 15 menit akhirnya kami sampai ke bandara Sabiha dengan selamat, dan akhirnya saya bisa bernapas lega. Akhir cerita kami terbang dari Istanbul ke Teheran untuk melanjutkan trip kami.



Komentar